Tampilkan postingan dengan label Sejarah asal mula. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah asal mula. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

Sejarah Nama Bulan pada Tahun Masehi



Tahun masehi, ternyata asal mulanya cuma berisi sepuluh bulan. Penghitungan tahun ini diawali dari masa kelahiran Isa Almasih. Bangsa Barat mengenal tahun masehi ini dengan sebutan roman year, atau tahun romawi. Hingga saat ini, penanggalan tahun masehi ini dijadikan standar universal untuk menentukan waktu.
Selain penanggalan masehi, sebenarnya di dunia ini banyak sekali penanggalan yang dikenal oleh komunitas-komunitas tertentu. Masyarakat Islam mengenal adanya penanggalan hijriyah yang dihitung berdasar tahun kepindahan (hijrah) Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Masyarakat Hindhu juga punya penanggalan tahun saka yang dihitung mulai tahun 78 masehi. Penghitungannya menggabungkan peredaran matahari dan bulan. Tahun ini dihitung mulai dari hadirnya era Caka (saka) di India. Hari Raya Nyepi yang dirayakan umat Hindhu, sebenarnya adalah memperingati tahun baru saka.
Warga Cina juga punya tahun sendiri yang tiap pergantiannya dirayakan sebagai tahun baru imlek. Kata imlek berasal dari dialek hokian, im yang berarti penanggalan dan lek yang berarti bulan. Penanggalan Cina juga berisi 12 bulan, serta penamaan tiap tahun diambil dari nama-nama dan sifat binatang. Di tahun 2012, penanggalan Cina sudah berusia 2563 tahun.
Masih banyak lagi penanggalan lain yang dikenal di dunia ini. Karena masing-masing penanggalan punya hitungan tersendiri, maka dunia ini memerlukan penanggalan bersama. Masa kejayaan Romawi yang berpengaruh sangat kuat menjadikan kalender Masehi kemudian didorong untuk bisa diterima seluruh masyarakat dunia.
Asal mulanya, penanggalan masehi ini diawali dari bukan Maret. Nama Maret diambil dari dewa perang bangsa Romawi yang bernama Ares. Dari kata Ares ini kemudian berubah jadi Mars, dan lama-lama jadi March. Dalam bahasa Indonesia lalu menjadi Maret. Cuma, waktu itu, nomor tahunnya belum dicantumkan. Masyarakat baru mengenal pergantian bulan.
Mulai tahun 700 sebelum masehi, penanggalan ini menjadi 12 bulan. Dua nama bulan yang ditambahkan adalah Januari dan Februai. Sejak saat itu pergantian tahun diawali pada bulan Januari. Nama Januari diambil dari nama dewa penjaga pintu Romawi bernama Janus. Sedang nama Februari diadopsi dari nama hari penyucian bangsa Romawi yang bernama Februa.
Sebelum diberi nomor tahun, jumlah hari dalam setiap bulan penanggalan ini berbeda-beda. Ada bulan yang berisi 23 hari, 24, hari, ada juga yang berisi 25 hari. Pada tahun 46 sebelum masehi, Julius Caesar mengubah jumlah hari dalam setiap bulan menjadi 29 dan 30 hari.
Dalam penanggalan hasil ‘gubahan’ Julis Caesar ini, seperti ditulis crawl.org, muncul nama bulan Juli untuk menggantikan nama yang dipakai sebelumnya pada bulan setelah Juni, yakni Quintilis. Nama Juli ini diambil dari nama Julius Caesar. Sedangkan nama Juni berasal dari nama perempuan baik simbol bangsa Romawi bernama Juno.
Kemudian nama Agustus muncul pada masa Augustus Caesar yang menyempurnakan sistem penanggalan ini setelah Julius Caesar.  Sebelum disempurnakan, bulan Agustus ini dinamai Sextilis, yang berarti bulan keenam. Tapi kemudian karena urutannya berubah setelah ada dua bulan baru (Januari-Februari), namanya diubah jadi Agustus. Selanjutnya nama-nama setelah bulan Agustus ditentukan sendiri oleh Augustus Caesar.
Dua nama bulan lain yang ditetapkan berdasar dewa-dewa bangsa Romawi adalah April dan Mei. Nama April berasal dari nama dewa cinta dan kecantikan bernama Aprilis. Sedangkan mana Mei diambil dari nama dewa simbol kebesaran bernama Maia. Begitulah makna di balik nama-nama bulan dalam penanggalan masehi ini.

Asal Mulanya Alquran



Saat pertama diturunkan, Alquran tidaklah berbentuk buku seperti yang terlihat saat ini. Malaikat Jibril menyampaikan Alquran kepada Nabi Muhammad SAW dalam bentuk pesan yang tidak tertulis. Lalu para sahabat yang hidup di zaman itulah yang menyimpan pesan-pesan Alquran dengan menghapalnya.
Pada masa kekhalifahan Usman bin Affan, sekitar pertengahan abad ke-7, para penghapal Alquran mulai meninggal dunia. Dari sinilah kemudian terpikir untuk menjadikan Alquran dalam bentuk tertulis. Dari sinilah asal mula kehadiran Alquran berbentuk buku.
Khalifah Usman sendiri sempat membuat Alquran tulisan tangan untuk mengadikan Kitab Suci umat Islam tersebut agar bisa diketahui oleh generasi berikutnya. Tapi di manakah Alquran tulisan tangan Usman bin Affan itu tersimpan? Sebuah berita di surat kabar terbitan India, Times of India, pernah memuat berita soal itu.
Menurut berita Time of India yang terbit Juli 2004, Alquran berbentuk buku yang tertua di dunia ini tersimpan di salah satu sekolah Islam berkurikulum modern yang juga tertua di dunia di Kashmir.  Sekolah ini didirikan oleh organisasi umat Islam bernama Anjuman e-Nasratul Islam pada tahun 1903.
Keberadaan sekolah tersebut memiliki makna yang sangat penting bagi warga Kashmir. Masyarakat setempat menganggapnya sebagai penggagas munculnya pemikiran modern di kalangan Muslim Kashmir yang selama ini terkungkung dogma-dogma agama.  Sekolah tersebut menjadi lembaga studi Islam yang sangat memajukan pelajaran bahasa Inggris dan sains.
Sayang sekali, Alquran berbentuk buku yang paling tua di dunia itu hangus menjadi arang seiring dengan musibah kebakaran yang menimpa sekolah tersebut pada Juli 2004. Alquran itu mulanya tersimpan di perpustakaan sekolah. Saat terjadi kebarakan, seluruh bagian perpustakaan hangus terbakar. Bersama Alquran tertua itu juga ikut terbakar sekitar 30 ribu judul buku-buku kuno.
Kabarnya, kebakaran terjadi akibat sabotase yang diduga berkait dengan konflik Kashmir berkepanjangan yang sudah berlangsung sejak 1989. Konflik terjadi antara kelompok yang menginginkan Kashmir merdeka atau bergabung dengan Pakistan dan tentara India yang menginginkan wilayah tersebut tetap menjadi bagian dari negeri ‘Bollywood’ itu.

Sejarah Wifi



Wifi atau kadang juga ditulis Wi-Fi (dengan strip) sudah menjadi kebutuhan dasar anak muda saat nongkrong di restoran atau kafe. Fasilitas yang satu ini sangat dibutuhkan untuk membuat waktu nongkrong menjadi mengasyikkan. Kalau ada Wifi, internet menjadi bisa diakses. Oleh sebagian kafe dan restoran, Wifi dijadikan salah satu sarana untuk menarik pengunjung.
Istilah Wi-Fi mulai dikenal pada tahun 1991. Wi-Fi merupakan singkatan dari Wide Fidelity. Wide artinya luas dan fidelity artinya ketepatan atau kejituan. Namun begitu digabung menjadi Wi-Fi, istilah tersebut artinya bukan ketepatan yang luas. Belakangan ada juga yang memanjangkan Wi-Fi sebagai wireless fidelity.
Wi-Fi merupakan teknologi jaringan komputer yang tidak mengandalkan sambungan kabel. Teknologi ini sepenuhnya mengandalkan gelombang radio untuk menghubungkan jaringan tersebut. Pada perkembangannya Wi-Fi banyak digunakan untuk menikmati jaringan internet dengan biaya relatif lebih murah dibanding jaringan kabel.
Perkembangan Wi-Fi ini dimulai dari ditemukannya penggunaan gelombang radio secara ilegal di Amerika pada tahun 1985 oleh Federal Communications Commision. Kemudian pada tahun 1991 seorang ahli bernama Vic Hayes dari perusahaan bernama Lucent & Agere System (sebelumnya bernama NCR Corporation/AT&T) mengembangkan gelombang radio ini untuk sistem pembayaran di kasir di Nederland, Belanda.
Temuan Wi-Fi ini kemudian disempurnakan oleh sekumpulan insinyur dari perusahaan komputer dan jaringan raksasa di dunia bernama Institute of Electrical dan Electronics Engineers (IEEE). Dengan adanya Wi-Fi kita menjadi lebih mudah untuk bisa menikmati internet.